Sinonim, Antonim dan Homonim
A. Sinonim
Sinonim adalah suatu kata yang memiliki bentuk yang berbeda namun memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Sinomin bisa disebut juga dengan persamaan kata atau padanan kata.
Contoh Sinonim :
- binatang = fauna
- bohong = dusta
- haus = dahaga
B. Antonim
Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :
- keras x lembek
- naik x turun
- kaya x miskin
- surga x neraka
- laki-laki x perempuan
- atas x bawah
C. Homonim
Homonim adalah suatu kata yang memiliki makna yang berbeda tetapi lafal atau ejaan sama.
Homograf adalah Jika lafalnya sama.
Homofon adalah jika ejaanya sama.
Contoh Homograf :
- Bisa
+ Bu kadir bisa memainkan gitar dengan kakinya (bisa = mampu)
+ Bisa ular itu ditampung ke dalam bejana untuk diteliti (bisa = racun)
Contoh Homofon :
- Masa dengan Massa
+ Guci itu adalah peninggalan masa kerajaan kutai (masa = waktu)
+ Kasus tabrakan yang menghebohkan itu dimuat di media massa (massa = masyarakat umum) Tambahan :
- Anonim adalah tidak memiliki nama atau tidak diberikan nama.
Jumat, 24 September 2010
Sinonim, Antonim dan Homonim
Diposting oleh Reza di 05.10 0 komentar
Pengertian Kata
A. Pengertian Kata
• Budiman (1987:51) mengatakan bahwa kata adalah satuan (susunan) bunyi yang mengandung suatu pengertian.
• Chaer (2004:62) mengatakan bahwa kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi, dan mempunyai satu arti.
• KBBI (Balai Pustaka 2002:513) mengatakan bahwa kata adalah unsur bahasa yang yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa.
Berdasarkan beberapa pendapat dapat disimpulkan bahwa kata adalah unsur bahasa lisan maupun tulis yang terdiri darj deretan huruf yang mengandung suatu pengertian.
B. Kata Dasar
o B.S. Kusno (1986) menyatakan bahwa kata dasar adalah kata yang
menjadi dasar dalam pembentukan kata jadian.
o Budiman (1987:53) menyatakan bahwa kata dasar adalah kata yang
menjadi dasar pembentukan kata lain.
o Menurut arti dalam Kamus Besar Bahasa indonesia kata adalah morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas atau satuan bahasa yang dapat berdiri sendiri, terjadi dari morfem tunggal atau gabungan morfem . Sedangkan kata dasar adalah adalah kata yang menjadi dasar dalam pembentukan kata jadian.
Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kata dasar adalah kata yang menjadi dasar dalam pembentukan kata jadian.
C. Membedakan Kata Dasar
Menurut B. S. Kusno dilihat dari bentuknya, kata dasar dapat dibedakan atas:
1. kata dasar primer
Kata dasar primer yaitu kata dasar yang berupa kata asal atau morfem dasar yang dipakai sebagai dasar pertama dalam pembentukan kata jadian. Misalnya: dengar-dengarkan-perdengarkan.
2. Kata dasar sekunder
Kata dasar sekunder yaitu kata dasar yang berupa kata jadian, yang dipakai sebagai dasar kedua dalam pembentukan kata jadian yang lebih kompleks.
Misalnya : dengarkan dalam kata perdengarkan.
3. Kata dasar tertier
Kata dasar tertier yaitu kata dasar yang berupa kata jadian, yang
dipakai sebagai dasar ketiga dalam pembentukan kata yang lebih kompleks.
Misalnya: guna-gunakan-pergunakan-mempergunakan.
D. Macam kata jadian
Menurut Chaer (2006:225) imbuhan dalam bahasa Indonesia, dapat
dibedakan atas:
1.Awalan (prefiks)
Awalan adalah imbuhan yang diletakkan di awal kata. Awalan dapat
dibedakan menjadi :
a. Me- digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan fonem r, I, w,y, m, n, ny, dan ng.
Contoh :
- rasa > merasa
- lihat > melihat
- wisuda > mewisuda
b. Mem- digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan fonem awal
b, p, f, v, dan m.
Contoh :
- beli > membeli - fitnah > memfitnah
-pakai > memakai -veto > memveto
-mula > memulai
c. Men- digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan fonem awal c,
d, t,j, z, dan^y.
Contoh :
-cuci >mencuci -jual > menjual
-duga > menduga - ziarah > menziarahi
-tutup > menutup - syukur > mensyukuri
d. Meny- digunakan pada kata-kata yang mulai dengan fonem awal s.
Contoh:
- sakit > menyakiti - sesal > menyesali
e. Meng- digunakan pada kata-kata yang dimulai dengan fonem awal
k, g, h, kh, dan vokal.
Contoh :
- kirim > mengirim
- gali > menggali
- hitung > menghitung
Diposting oleh Reza di 05.09 0 komentar
fakta dan opini
FAKTA DAN OPINI
Pengertian Fakta dan Opini
FAKTA
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Fakta adalah hal (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi;
Berdasarkan sumber lain
Fakta adalah keadaan, kejadian, atau peristiwa yang benar dan bisa dibuktikan. Termasuk di dalamnya ucapan pendapat atau penilaian orang atas sesuatu. Dalam kode etik jurnalistik, pasal 3 ayat (30) dijelaskan antara lain:
“…di dalam menyusun suatu berita, wartawan Indonesia harus membedakan
antara kejadian (fact) dan pendapat (opini) sehingga tidak mencampuradukkan
yang satu dengan yang lain untuk mencegah penyiaran berita-berita yang
diputarbalikkan atau dibubuhi secara tidak wajar.”
Dalam penggunaanya, fakta memiliki dua sifat, yaitu fakta yang bersifat umum dan khusus.
a. Fakta umum yaitu suatu fakta/keadaan/peristiwa yang dapat ditemukan atau terjadi secara umum, atau sudah merupakan kelaziman.
b. Fakta khusus yaitu suatu fakta/keadaan/peristiwa yang ditemukan atau terjadi secara khusus atau istimewa atau pada keadaan tertentu saja
Opini
Diluar dari keadaan yang merupakan kenyataan atau tidak benar-benar terjadi atau belum terjadi, atau masi berupa pendapat pribadi, pendapat umum/opini, wacana, dan sebagainya; Opini merupakan persatuan (sintesis) pendapat-pendapat yang banyak; sedikit banyak harus didukung orang banyak
baik setuju atau tidak setuju; ikatannya dalam bentuk perasaan/emosi; dapat
berubah; dan timbul melalui diskusi sosial.
Membedakan Fakta dan Opini
Kata Kunci :
a. Fakta biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka. yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi atau telah terjadi (terlihat dari data-data akurat yang diberikan ).
b. Opini ditandai dengankata-kata yang bersifat subyektif, misalnya sangat, semakin, dapat, mungkin. Karakteristik lainnya adalah mengandung bentuk-bentuk kata sifat: baik, buruk, mudah, sukar, dan diawali kata menurut… (yang merupakan pernyataan seseorang )
Diposting oleh Reza di 05.07 0 komentar
memahami lafal, intonasi/tekanan, jeda
1. Lafal: merupakan cara seseorang atau sekelompok orang untuk mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. dalam bahasa tulis , lafal tidak terlihat dengan jelas dan lebih jelas apabila diucapkan dengan lisan. diantara bunyi-bunyi itu ada yang berbeda dan ada yang mirip kedengarannya disebut fonem.
dalam bahasa indonesia ada 28 fonem:
a) 6 buah fonem vokal yaitu /a/,/i/,/u/,/e/,/o/,/a/.
masing-masing dua vocal tinggi, tiga vocal sedang, satu vocal rendah. Berdasarkan parameter depan belakang lidah, dua vokal (i,e) merupakan vocal depan, dua merupakan vocal tengah (a,a), dan dua yang lain merupakan vocal belakang (u,o)
b) 22 buah fonen konsonan
b,p,d,t,g,k,f,z,s,sy,kh,h,j,c,m,n,ny,ng,r,l,w,dan y
terbentuknya konsonan tergantung posisi alat ucap kita sebagai artikulator dan titik artikulasinya yang dibantu dengan udara dan paru-paru.
2. Intonasi : yaitu lagu kalimat yang perlu juga di perhatikan dan dapat juga berupa lagu kalimat atau kecepatan penyajian tinggi rendahnya nada kalimat.
Tekanan : bagian yang terpenting dari lafal, yang ditunjukan sebagai variasi-dalam kalimat yang lebih penting. Tidak semua kata mendapat tekanan, biasanya hanya kata yang penting saja yang di beri tekanan. Tekanan demikian disebut aksen. Aksen dipengaruhi oleh faktor tekanan(keras lembutnya suara), faktor jangka(panjang pendeknya suara), dan nada(tinggi rendahnya suara).
3. Jeda : merupakan waktu berhenti atau hentian sebentar dalam ujaran, dan berpengaruh pada perubahan makna
Diposting oleh Reza di 05.04 0 komentar
contoh fungsi bahasa sebagai alat komunikasi
Fungsi bahasa sebagai alat komunikasi:
Pertama, berfungsi pemersatu. contoh:
Bahasa Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai dialek bahasa itu.
Kedua, berfungsi sebagai penanda kepribadian. contoh:
Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya.
Ketiga, berfungsi penambah wibawa. contoh:
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau prestise. Fungsi pembawa wibawa berkaitan dengan usaha mencapai kesederajatan dengan peradaban lain
Keempat, berfungsi sebagai kerangka acuan. contoh:
Bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
kelima, berfungsi sebagai rasa cinta pada budaya sendiri. contoh:
bangsa indonesia menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional yang menghubungkan antar suku
Diposting oleh Reza di 04.57 0 komentar
Senin, 20 September 2010
lafal : merupakan cara seseorang atau sekelompok orang untuk mengucapkan bunyi-bunyi bahasa. dalam bahasa tulis , lafal tidak terlihat dengan jelas dan lebih jelas pabila diucapkan dengan lisan.
diantara bunyi-buni itu ada yang berbeda dan ada yang mirip kedengarannya disebut fonem.dalam bahasa indonesia ada 28 fonem:
a)6 buah fonem vokal yaitu /a/,/i/,/u/,/e/,/o/,/a/.
masing-masing 2 vocal tinggi, 3 vocal sedang, 1 vocal rendah
b)22 buah fonen konsonan
tekanan : bagian yang terpenting dari lafal, yang ditunjukan sebagai fariasi-dalam kalimat yang lebih penting
intonasi : yaitu lagu kalimat perlu juga di perhatikan . dan dapat juga berupa lagu kalimat atau kecepatan penyajian tinggi rendahnya nada kalimat.
jeda : merupakan waktu berhenti atau hentian sebentar dalam ujaran, dan berpengaruh pada perubahan makna
Diposting oleh Reza di 06.48 0 komentar
FUNGSI BAHASA
MENURUT GORYS KERAF ADALAH SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI ANTAR ANGGOTA MASYARAKAT YANG BRUPA SIMBOL BUNYI YANG DIHASILKAN OLEH ALAT UCAP MANUSIA.
FUNGSI BAHASA ADA 4:
1) ALAT UNTUK MENGEKSPRESIKAN DIRI. CONTOH: MEMBUAT OPINI DISURAT KABAR
2) SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI
3) ALAT UNTUK MENGADAKAN INTEGRASI DAN BERADAPTASI SOSIAL DALAM LINGKUNGAN DAN SITUASI TERTENTU
4) SEBAGAI KONTROL SOSIAL
BERBAHASA BAIK ITU MENEKANKAN ASPEK KOMUNIKATIF BAHASA.
MISALNYA: KEPADA SIAPA KITA BERBICARA, UMUR, STATUS SOSIAL, PENDIDIKAN, LINGKUNGAN SOSIAL.
BAHASA YANG BENAR BERKAITAN DENGAN KAIDAH YAITU PERATURAN BAHASA YANG TERDIRI DARI 4 HAL:
1) TATA BAHASA: BAHASA LISAN DAN TULISAN
2) PILIHAN KATA/DIKSI
3) TANDA BACA
4) EJAAN
Diposting oleh Reza di 06.32 0 komentar
